Inilah 8 Fakta Tentang Gunung Anak Krakatau

Diposting pada

8 FAKTA TENTANG GUNUNG ANAK KRAKATAU – Krakatau merupakan sebuah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berbahaya yang ada di Selat Sunda tepatnya antara pulau Jawa dan Sumatra. Kepulauan ini termasuk dalam kawasan cagar alam. Nama Krakatau pernah disematkan pada satu puncak gunung yang berapi di sana yang sirna dikarenakan letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan tersebut amat dahsyat hingga suaranya terdengar hingga dekat Pulau Rodrigues, dekat Kepulauan Mauritius di Samudra Hindia yang jaraknya sekitar 4.500 kilometer.

Akibat letusan gunung krakatau pada tanggal 16-27 Agustus 1883 mengakibatkan 36.417 orang meninggal dunia. Data tersebut berdasarkan catatan pemerintah Hindia Belanda pada saat itu. Letusan pada waktu itu juga mengakibatkan gelombang Tsunami di selat sunda. Hampir seluruh pulau telah hancur, atau sisa-sisanya terpental dan mendarat di sekitar Lampung dan Banten.

8 Fakta Tentang Gunung Anak Krakatau

Kemunculan Gunung Anak Krakatau

Pada tahun 1928 Anak Gunung Krakatau mulai muncul di tengah-tengah kawah yang di akibatkan letusan sebelumnya. Aktivitas vulkaniknya bagaikan pisau bermata dua, indah untuk dilihat akan tetapi juga menyimpan bahaya yang sangat besar.

Sebagai gunung api laut Anak Krakatau tak kalah aktif dari krakatau sebelumnya (orang tuanya). Frekuensi letusan sangat sering terjadi dan berlangsung hampir setiap hari. Abu vulkanik yang dikeluarkan selama bertahun-tahun akhirnya membentuk sebuah pulau baru.

8 Fakta Tentang Gunung Anak Krakatau yang Perlu Kamu Ketahui

  1. Gunung Anak Krakatau terbentuk dan muncul dari permukaan laut Selat Sunda pada 1927. Tepatnya pada 29 Desember 1927 saat beberapa nelayan dari Jawa yang sedang melaut melihat ada uap dan abu yang muncul dari kaldera.
  2. Ketinggian Gunung Anak Krakatau terus dan terus bertambah. Hal ini disebabkan tingginya aktivitas Gunung Anak Krakatau dan masih terus bertambah 4-6 meter di setiap tahunnya.
  3. Sama dengan Gunung Krakatau (induknya), Gunung Anak Krakatau memiliki energi erupsi yang sangat besar. Gunung Anak Krakatau sedang berproses membesar dan meninggi dengan magma dominan silika. Biasanya, gunung dengan kandungan silika pada magma memiliki letusannya besar dan banyak mengandung gas berbahaya.
  4. Gunung Anak Krakatau memiliki ketinggian 320 meter di atas permukaan laut hingga tahun 2010. Sementara, sang induk Gunung Krakatau dulu memiliki ketinggian 830 meter di atas permukaan laut.
  5. Gunung Anak Krakatau seringkali disebut dengan nama Krakatau saja, hal ini tentu cukup membingungkan. Pasalnya, sebenarnya Gunung Anak Krakatau merupakan gunung baru yang tumbuh pasca letusan sebelumnya.
  6. Gunung Anak Krakatau termasuk gunung yang tumbuh pesat. Volume tubuh Gunung Anak Krakatau dari dasar laut sejak 1927 sampai dengan 1981 mencapai 2,35 km kubik. Tahun 1983 membesar menjadi 2,87 km kubik dan tahun 1990 mencapai 3,25 km kubik. Pengukuran terakhir yang dilakukan tahun 2000, tubuhnya sudah membengkak mencapai 5,52 km kubik.
  7. Sebagai gunung api yang sedang tumbuh, letusan strombolian, sebuah letusan yang melontarkan lava pijar seperti air mancur, hal itu menjadi ciri khas Gunung Anak Krakatau.
  8. Meskipun Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif, pada bagian tertentu, terutama pada sisi timur telah banyak ditumbuhi vegetasi. Vegetasi itu didominasi hutan Neonauclea, hutan Timonius, dan hutan Dysoxylum yang bercampur dengan jenis pohon lain dalam jumlah relatif sedikit. Sementara daerah punggung gunung umumnya masih gundul karena suhu tinggi dan kekurangan air. Namun, pada daerah ini dijumpai jenis tumbuhan pioner seperti gelagah dan sengguguk atau Melastoma affine.

Itulah info Fakta Tentang Gunung Anak Krakatau yang Dikutip dari berbagai sumber.

79 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini