Terbubkti Match Fixing, PSMP Mojokerto Dibanned dari Liga 2 2019

Diposting pada

PSMP Mojokerto Dibanned dari Liga 2 2019 – Komdis PSSI telah menjatuhi sanksi larangan tampil bagi PSMP Mojokerto di Liga 2 2019 karena terlibat pengatusan skor atau Match Fixing. Berdasarkan penyelidikan komite disiplin PSSI, PS Mojokerto (PSMP) terbukti melakukan praktik match-fixing pada Liga 2 2018. Akibatnya, komdis PSSI resmi menjatuhi sanksi bagi PSMP berupa larangan tampil di Liga 2 musim 2019.

Tidak itu saja, pemain PSMP Mojokerto Krisna Adi Darma dijatuhi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI selama seumur hidup. Ketua Komite Disiplin (Komdis PSSI), Asep Edwin, mengatakan bahwa PSMP Mojokerto terbukti melakukan match fixing sebanyak empat kali.

Terbubkti Match Fixing, PSMP Mojokerto Dibanned dari Liga 2 2019
Terbubkti Match Fixing, PSMP Mojokerto Dibanned dari Liga 2 2019

 

 

Kami memiliki bukti-bukti yang kuat dari sejumlah pelanggaran match-fixing yang dilakukan PS Mojokerto Putra,” kata Asep Edwin dilansir BolaSport.com dari laman resmi PSSI.

Demikian halnya dengan saudara Krisna Adi Darma. Karena itu, merujuk kepada pasal 72 jo.pasal 141 Kode Disiplin PSSI, PS Mojokerto Putra dihukum larangan ikut serta dalam kompetisi tahun 2019 yang dilaksanakan PSSI dan Krisna Adi Darma dilarang beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup,” ucapnya.

Khusus Krisna Adi Darma, komdis PSSI telah tiga kali memanggil sang pemain untuk membuktikan dugaan sengaja menggagalkan tendangan penalti pada laga kontra Aceh United.

Akan tetapi, Krisna Adi Darma tidak menghadiri  panggilan komdis tersebut.

Kata Presiden PSMP Saat Ditanyai soal Dalang Match fixing Vigit Waluyo

Vigit Waluyo menjadi pembicaraan luas setelah mantan runner match fixing, Bambang Suryo, menyebut namanya di acara Mata Najwa. Vigit Waluyo diduga menjadi dalang match fixing di persepak bolaan Indonesia. Peran penting Vigit Waluyo diungkapkan oleh mantan runner match fixing, Bambang Suryo, dalam acara Mata Najwa edisi PSSI Bisa Apa, Rabu (28/11/2018).

Bambang Suryo menyebut Vigit Waluyo sebagai “Sontoloyo” yang bertugas mengatur persepakbolaan Liga 2 Indonesia. Selain itu, Bambang Suryo juga menyebut Vigit Waluyo merupakan pengelola klub kontestan Liga 2, PS Mojokerto Putra (PSMP).

Akan tetapi, saat Presiden PSMP Firman Efendi ditanyai soal Vigit Waluyo, ia mengaku tidak mengenalnya. Firman juga mengatakan, dirinya akan berbicara setelah PSMP memainkan laga Piala Indonesia. Namun, saat Presiden PSMP Firman Efendi ditanyai soal Vigit Waluyo, ia mengatakan tidak kenal. Firman juga mengatakan, dirinya akan berbicara setelah PSMP memainkan laga Piala Indonesia.

“Nunggu setelah Piala Indonesia saja ya, agar mental pemain tidak turun,” tutur Presiden PSMP menambahkan.

Firman Efendi juga membantah isu yang beredar bahwa PSMP terlibat pengaturan skor saat berhadapan dengan Aceh United pada babak delapan besar Liga 2.

“Tidak benar, Mas,” jawab Firman singkat.

Perjalanan PS Mojokerto Putra (PSMP) di Liga 2 musim ini memang menuai banyak kontroversi. Pasalnya, klub yang disebut berafiliasi dengan mafia pengaturan skor Vigit Waluyo itu mendapat paling banyak hadiah penalti sepanjang kompetisi 2018. Hingga tersingkir di babak delapan besar, PSMP terhitung sudah 18 kali mendapatkan penalti dari wasit yang memimpin lapangan hijau. Tak hanya itu, laga terakhir babak delapan besar Liga 2 antara PSMP dan Aceh United juga tak luput dari kontroversi.

Pemain PSMP, Krisna Adi Darma Tama, gagal melaksanakan tugasnya kala mendapat hadiah penalti pada menit terakhir pertandingan. Yang menarik, eksekusi Krisna Adi melenceng jauh dari gawang Aceh United seolah sengaja membuang bola agar tak menjadi gol. Alhasil, pertandingan berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Aceh United, sekaligus meloloskan Kalteng Putra ke babak semifinal. Padahal dengan bermain imbang saja, PSMP bisa tampil di semifinal dan berpeluang promosi ke Liga 1.

Sumber : BOLASPORT.COM

Baca Juga  : Cara Tracking Laosat 1 KU Band Menggunakan Dish Pay TV

88 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini